Pengikut

Minggu, 28 Oktober 2012

CINTA TUMBUH BERSEMI DARI PENGHIANATAN


CINTA TUMBUH BERSEMI DARI PENGHIANATAN


Sisi Tara….

Tara menangis dipinggir lapangan dibawah semak-semak alamanda yang tersembunyi.. Ia menundukan kepalanya. Dirinya tidak menyangka, sahabat yang selalu Tara puji malah ngehianatin Tara. Tara emang agak manja, emang cengeng banget saat dijahilin, semua teman yang lain cuma mau berteman dengan Tara karena Tara anak orang kaya, Tara emang selalu nyusahin Via. Tapi Tara juga punya hati. Bukannya Tara suka di dijahilin dan gak bisa ngelawan tapi Tara cuma males cari musuh, males dikhianati lagi kaya dulu dan ternyata bukan cuma teman-teman aja yang suka jahilin Tara. Ternyata Via pun sama aja! Tara benar-benar tidak menyangka pertama kalinya setelah pengkhiatan yang lama itu malah sakit hati sama Via. Tara kira, hati Via itu nggak busuk kayak teman-teman yang lain. Ternyata dugaan Tara salah. Kamu juga PENGHIANAT !!!



Kejadian tadi siang masih terngiang-ngiang di otak Tara.


Flash Back …

“Tara…!!!” Teriak Via sahabatnya.
“Ada apaan Via?” Tanyaku. Via hanya tersenyum manis. Ia lalu membawa aku ke gudang sekolah.
“Via, ngapain lo bawa gue kesini?” Tanyaku curiga.
“Denger ya, aku sekarang udah berhasil dapetin hati Kak Dama, Kak Dama udah nemuin pengganti lo !! Dia udah punya aku sekarang. Rangking lo tersisihkan. Ternyata dia lebih pilih aku dari kamu. Selama ini aku mau sahabatan sama kamu cuma sebagai status palsu. Aku cuma manfaatin kamu supaya rangking aku juga bagus dan bisa ngedeketin Kak Dama” Kata Via. Aku pun hanya bisa meneteskan air mata. Tara masih kaget dan nggak percaya kalau Via begitu tega kepadaku.
“Terus, mau apa lo bawa gue kesini? Hah? Apa lo takut, kalau lo ketauan penghianat hah?” Kataku berusaha kuat
“Hahaha.!! Kalo aku ngomong didepan anak-anak, ntar kamu malah malu-maluin lagi! Ntar kalo nangis, teriak-teriak ga jelas, dan ngerusakin barang-barang disekitar lo, kasian dong jadi rusak, meskipun kamu tajir abis tapi lebih baek berhemat dong, berenti marah-marah nggak jelas dengan ngrusak barang… hahahaha… ” Kata Via sambil mengangkat dagu Tara.
“Kenapa lo bilang aku kayak gitu?” Kata Tara marah.
“Karena kamu emang cuma ngandelin kekayaan kamu aja untuk mendapatkan teman. Kamu mungkin pintar tapi kamu nggak supel n terlalu loyal sehingga mereka ngedeketin kamu untuk manfaatin kamu aja. Hahahaha” Kata Via tertawa.
“PENGHIANAT” Teriak Tara sambil berusaha menampar Via. Namun, Via segera berlari tak menggubrisnya. Ia malah pergi menemui Kak Dama yang ternyata menunggunya didepan gudang. Melihat Kak Dama menarik tangan Via dan memeliknya mesra membuat tangisan tara makin menjadi karena makan hati.
Tapi, tanpa disadari keduanya ada yg merekam dan memvideo kejadian itu.

Flash Back off.

“Tara, ngapain kamu nangis??” Kata seorang cowok tinggi yg berkulit putih. Tara mendongak.
“Kak Tama…” Kata Tara.
“Iya Tara.. kamu ngapain nangis?” Tanya kak Tama. Tara hanya diam.
“Mungkin kamu ga bisa cerita ke aku. Tapi, kamu juga pasti sudah nggak bisa menyembunyikan ini semua sampai kamu menangis sesenggukan begini” Kata Kak Tama lembut. Tara hanya tersenyum malu sambil menahan tangisannya.
“Nggak kenapa-kenapa kok Kak Tama, tapi kok jam segini belum pulang? Udah sore loh!” Kata Tara berusaha mengalihkan perhatian Kak Tama dari isak tangisnnya.
“Nggak ah. Biasanya kalo emang lagi ada masalah Kakak emang selalu nenangin diri disini.. sama kayak kamu sekarang inilah” Kata Kak Tama pelan sambil ikut duduk disampingku.
“Oh…” Tara hanya manggut-manggut.
“Eh, btw, Kak Tama bukannya sahabatan ya sama Via?” Tanya Tara. Kak Tama pun menggangguk pelan.
“Oooh…. Ya udah aku pulang dulu ya. See you Kak Tama” Kata Tara. Sebelum Tara pulang, Ia berbisik pada Kak Tama “Kak, hati-hati ya. Jangan sampai hati Kakak disakitin sama Via karena sahabatan sama Via Lantiara. Hati dia busuk. Dia cuma mau manfaatin Kakak” Kata Tara lalu berlalu pergi. Kak Tama menatap Tara sampai punggungnya tak terlihat lagi.

Sisi Tama….

Tama hanya diam melihat Tara berlalu dari hadapannya karena Tama ternyata tidak begitu aneh n terkejut lagi dengan kata-kata Tara tadi.
Keesokan harinya, Tama yang di perlihatkan video Via saat Via mengungkapkan penghianatannya ke Tara. Tama tidak menyangka akan hal itu dan malah marah- marah ke Via karena dia udah ngebuat Tara nangis kemaren. Dan ternyata Via hanya memanfaatkan Tara karena Tara pinter dan tajir saja. Tama yang sudah menjadi teman Via semenjak mereka masih kecil dulu memang sudah tahu tabiat jelek Via yang suka memanfaatkan orang lain tapi bila Via terus dibiarkan tentu hal ini bukan hanya akan menyakiti hati Tara, cewek yang sudah disayanginya selama dua tahun tanpa berani mengungkapkan perasaan hatinya karena merasa tidak pantas bersanding dengan Tara tapi juga akan menyakiti hati banyak lagi orang yang ada disekitarnya. Karena itu Tama berniat membantu Tara dan membuat Via jera akan sifatnya yang buruk ini.
Saat istirahat siang, Tama lalu menghampiri kelas Tara dan Via dan mengajak kedua gadis itu ke kantin. Ia memperlihatkan video itu lewat TV yang ada di kantin. Via hanya melotot melihat Tama yang sudah seperti kakak baginya ternyata tega melakukan hal itu dan membuat dia malu dihadapan satu sekolahan. Via menangis dan pergi berlalu dari kantin sambil berteriak-teriak marah pada Tama dan Tara.

Sisi baru Tara dan Tama…

Sekarang, Tara dan Tama akhirnya berpacaran. Sampai pada suatu hari, Tara mendapat sebuah sms dari Via yang menyuruhku melewati sebuah restoran sepulang sekolah. Bodohnya, aku menuruti perintah sms itu dan ternyata aku mendapati pacarku, Kak Tama sedang makan bersama gadis lain di sebuah restoran dekat sekolahku. Mungkin jika hanya makan bersama saja aku dapat memakluminya namun kurasa semua sudah di atas kewajaran, aku melihat Kak Tama sedang memegangi tangan seorang gadis sambil menyuapi makanan ke mulut gadis itu. Pantas saja saat itu Kak Tama bilang kalau dia tidak bisa mengantarku pulang, tapi ternyata Kak Tama menghianati semua kepercayaan yang ku berikan padanya.
Saat ini hati dan pikiranku benar – benar sudah tidak dapat dikendalikan lagi, rasanya aku ingin menghilang saja dari dunia ini. Bagaimana tidak dihianati oleh dua orang yang paling kusayangi dalam waktu dekat. Aku bingung akan melakukan apa saat itu, jika aku acuh saja pada sikap Kak Tama hati ini akan penasaran akan siapa gadis yang beraninya merebut kekasihku itu. Aku memutuskan untuk pergi ke restoran itu dan bertanya langsung ke Kak Tama.
Setelah memasuki restoran tepatnya di sudut ruangan, aku melihat Kak Tama masih saja melakukan aktivitasnya menyuapi gadis itu. Aku langsung menuju meja tepat Kak Tama dan gadis itu.
“Kak Tama..” suaraku lirih sambil menahan air mataku.
“Tara.. ngapaen di sini, ayo ngabung bareng kita!!” ajak Kak Tama
Kak Tama malah bergeser dan menyuruhku untuk duduk di kursi. Pikiranku sungguh sangat dibingungkan dengan perilakunya. “Kak Tama, aku ke sini cuma ingin ngomong sama Kak Tama” lirihku.
“Mau ngomong apa Tara, kakak denger dari suara kamu, kamu habis nangis ya ? Bener kan kamu habis nangis ? Tanyanya lagi. “Siapa yang berani buat kamu nangis, ayo ngomong sama kakak, biar kakak kasi pelajaran orang yang sudah buat kamu nangis.” Lanjutnya lagi.
“Uda cukup Kak Tama!! Kak Tama ngak usa berusaha untuk menghibur Tara. Tara tau kak, Tara Cuma anak yang manja dan keras kepala, Tara sadar akan diri Tara yang banyak kekurangannya. Tara rela kok kalau Kak Tama uda ngak bisa sayang lagi sama Tara. Tapi ngak gini caranya kak.” Air matakupun jatuh. Sesungguhnya aku ingin tidak menangis di depan Kak Tama tapi hatiku sudah tak mampu lagi menahan perasaanku sedihku yang dihianati sampai dua kali.
“Maksud kamu apa? Kakak ngak ngerti, kakak sangat sayang sama kamu. Walaupun kamu itu anak yang manja dan keras kepala, tapi itulah yang Kak Tama sukai dari kamu.” Suaranya sungguh lembut.
“Kak Tama, maafin Tara kak. Tapi Tara harus pergi.” Aku membalikkan badanku dan langsung berlari keluar restoran. Aku tak mampu lagi menahan air mataku yang terus mengalir. Aku malu pada diriku kenapa aku bisa jadi orang yang cepat percaya.
Sembarinya aku keluar restoran di luar hujan turun dengan derasnya seakan bumipun mengetahui kesedihan hatiku. Aku berlari entah kemana sampai aku mendengar derap langkah kaki di belakangku. Aku berhenti dan berbalik menghadap arah datangnya suara kaki itu.
“Tara tunggu...!!” Kak Tama berteriak.
Aku kembali berlari namun tanganku ditarik dan aku jatuh dipelukan Kak Tama.
“Tara aku mohon kamu jangan ninggalin aku dengan cara yang kayak gini. Aku mohon kasi aku kesempatan untuk ngejelasin kesalahan yang aku buat ke kamu.” Ia berkata seraya memeluk tubuhku dengan erat.
Sebenarnya aku sulit sekali untuk mengatakan ini tapi setelah kejadian yang kau lihat di restoran tadi aku rasa aku harus mengatakannnya. “Kak Tama, aku... aku mau kita sampai di sini aja. Sekarang kakak ngak perlu ngerasa terbebani lagi denganku, sekarang kakak bisa menjalin hubungan dengan gadis itu tanpa sembunyi – sembunyi. Tara ikhlas kok.”
“Maksud kamu ?” Kak Tama terdiam kemudian tersenyum pada padaku. “Ooo.. jadi itu masalah kamu. Asal kamu tau dia itu bukan pacar aku. Dia itu Vivi anak tante aku. Dia itu sedang mengalami masalah yang besar, papa sama mamanya baru aja bercerai. Setelah perceraian itu Vivi tinggal sama mamanya tapi mamanya tidak dapat menerima keadaannya ia merasa cintanya selama 18 tahuntelah dikhianati, dia setiap hari pulang malam, mabok – mabokan. Dan kamu tau itu membuat hati Vivi hancur.” Terang Kak Tama.
“Maksud Kak Tama, gadis itu namanya Vivi dan dia anak dari tantenya Kak Tama?” sekarang giliranku yang bingung.
“Iya Tara.. bisa kamu bayangkan bagaimana seorang gadis belia, kehilangan kasih sayang orang tuanya. Dan saat dia berharap mendapatkan kasih sayang yang baru walau itu tak dapat mengembalikan kasih sayang sepenuhnya, mamanya malah mengecewakan dia dengan .mabok – mabokan. Saat orangtua Kak Tama yang mendengar berita itu langsung mengadopsinya sebagai anak angkat. Tadi di restoran aku nyuapin dia karena tangan kanannya baru aja keseleo gara – gara diserempet motor” Terang Kak Tama sambil tersenyum padaku.
“Kak, maafin Tara ya... Tara janji Tara ngak akan mengulangi kejadian ini lagi.” Pintaku pada Kak Tama.
“Permintaan maaf diterima. Sekarang kita pulang kakak uda ngak tahan dingin kehujanan dari tadi.”
“Lho, Vivi gimana bukannya tadi Kak Tama sama Vivi?” tanyaku.
“Kamu telat banget nanyanya, tadi Vivi uda dijemput sama papa sama mama.” Jawabnya sambil menyentil dahiku.
“Aku kira kakak bakal menghianati aku, seperti halnya yang dilakukan Via.”
“Ya bisa jadi aja. Sebenarnya aku cuma pura – pura sayang sama kamu, aku sebenarnya benci bukan benci tapi sangat tidak suka sama kamu karena kamu itu uda jelek, cengeng lagi. Tapi boong.” Kak Tama mencium keningku lalu berlari sambil tertawa menang atas kesalahpahamanku. Tapi biarlah, yang penting aku tetap Cinta sama Kak Tama
Tiga bulan kemudian aku ditawari menjadi penulis novel karena berhasil membuat artikel, cerpen, novelet dan jurnal yang booming di beberapa majalah. Tara pun mencobanya dulu. Ternyata, hasilnya memang sangat bagus dan lagi-lagi booming. Apalagi, setelah itu Tara pun mencoba menjadi pemain film karena kisah hidupnya yang dinovelkan menjadi terkenal. Itu semua membuat keluarga Tara manjadi bangga akan dirinya dan Tara pun menjadi lebih percaya diri. Apalagi dengan adanya Kak Tama yang selalu mendukung Tara. Via pun meminta maaf pada Tara dan meminta Tara untuk menjadi sahabatnya lagi. Tapi Tara selalu menolak. Karena, kelakuan Via waktu itu meskipun Via sangat menyesali perbuatannya tapi Tara takut dikhianati lagi oleh orang yang disayanginya, Tara memang menyayangi Via. Namun, bukan ga ada lagi kesempatan kedua untuk Via menjadi sahabat Tara. Tara tahu suatu saat dia pasti bisa memaafkan Via, tapi bukan sekarang. Karena sebenarnya bagaimanapun juga karena berteman dan dikhianati Via lah dia bisa bertemu, kenal, dan berpacaran dengan Kak Tama dan menjadi pribadi yang lebih mandiri dan bisa sukses….

SEKIAN
    

20 komentar:

  1. Tara..Tara.... I love U.... heheh......

    Just Kidding... :D

    BalasHapus
  2. critanya baguss syg.. :)

    i like this :)

    BalasHapus
  3. sinopsisnya gmn nak???
    terlalu ak bca...hehehe
    follow me back.. n coment back my blog///

    BalasHapus
  4. Hahahaha, tema'a bagus
    Dolaemon

    BalasHapus
  5. Balasan
    1. bkan dama dia yg ku mksd..
      cuma skdar nama ni..

      Hapus