Pengikut

Rabu, 16 April 2014

SISTEM REGULASI



SISTEM REGULASI


Pada manusia, pengaturan semua aktivitas tubuh dilakukan oleh sistem regulasi. Sistem regulasi pada manusia meliputi sistem saraf dan sistem hormon. Dengan adanya sistem regulasi yang ditunjang oleh alat-alat indra, manusia dapat merasakan mengenal dan memahami lingkungan disekitarnya.
A.   Sistem Saraf
Sistem saraf merupakan sistem regulasi atau kontrol yang bertugas menerima dan menghantarkan rangsangan ke semua bagian tubuh sekaligus memberikan tanggapan terhadap rangsangan tersebut. Sistem saraf dibedakan menjadi sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi.
1.     Sistem Saraf Pusat
Sistem saraf pusat tersusun atas otak, sumsum tulang belakang dan sumsum sambungan.
a.    Otak
saraf-pusat.jpgOtak merupakan pusat pengendali semua aktivitas kehidupan. Otak dilindungi oleh selaput otak yang disebut meninges. Meninges terdiri atas tiga lapisan, yaitu dura mater, araknoid dan pia meter. Dura mater merupakan lapisan paling luar dan melekat pada tulang kepala. Dibawahnya terdapat araknoid, yaitu selaput jaring yang lembut. Fungsi selaput arachnoidea adalah sebagai bantalan untuk melindungi otak dari bahaya kerusakan mekanik.Dibawah araknoid terdapat pia mater yang merupakan selaput lemak, melekat pada permukaan otak.
Gambar-9.9-Sistem-saraf-pusat-dilindungi-oleh-selaput-meninges.jpg

Otak manusia terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu otak depan, otak tengah, dan otak belakang, otak kecil. Adapun penjelasan dari masing-masing bagian yaitu:

1)    Otak Depan (Forebrain/Diencephalon)
Otak depan tersusun atas beberapa bagian, yaitu otak besar(Cerebrum), korpus kalosum, dan hipotalamus. Fungsi Cerebrum adalah mengumpulkan  informasi yang dikirim oleh saraf sensorik. Selanjutnya, otak besar mengolah dan memberikan tanggapan (respon) terhadap informasi tersebut. Cerebrum mempunyai 2 bagian belahan otak (hemisfer) yaitu belahan kiri dan belahan kanan. Di antara keduanya, terdapat Korpus kalosum yang memungkinkan otak besar belahan kiri yang berfungsi mengatur kegiatan organ tubuh bagian kanan dan  otak besar belahan kanan yang berfungsi mengatur kegiatan organ tubuh bagian kiri. Bagian korteks cerebrum berwarna kelabu yang banyak mengandung  badan sel saraf sedangkan bagian medulla berwarna putih yang banyak mengandung dendrit dan neurit.
Bagian korteks dibagi menjadi 3 area yaitu area sensorik yang menerjemahkan impuls menjadi sensasi. Kedua adalah area motorik yang berfungsi mengendalikan koordinasi kegiatan otot rangka. Ketiga adalah area asosiasi yang berkaitan dengan ingatan, memori, kecedasan, nalar/logika, kemauan.


brain.jpgCerebrum mempunyai 4 macam lobus yaitu :
(a)    Lobus frontal berfungsi sebagai pusat penciuman, indera peraba.
(b)   Lobus temporal berungsi sebagai pusat pendengaran
(c)    Lobus oksipital berfungsi sebagai pusat penglihatan.
(d)   Lobus parietal berfungsi sebagai pusat ingatan, kecerdasan, memori, kemauan, nalar, dan sikap.
Antara lobus frontal dan lobus pariental dipisahkan oleh sulkus sentralis atau celah Rolando.
Hipotalamus merupakan pusat pengontrol homoestatis tubuh misalnya suhu tubuh dan osmoregulasi. Hipotalamus juga merupakan pusat untuk emosi dan perasaan agresif, serta untuk pengaruh psikosomatik. Daerah spesifik dalam thalamus menerima akson dari medulla, batang otak, serebellum, basal ganglia dan bagian variasi dari serebellum. Hubungan ini memberi pengaruh terhadap fungsi motorik dan mempunyai peran dalam respons emosional, terjemahan sensasi-sensasi yang menyenangkan dan tidak menyenangkan.
2)   Otak Tengah ( Midbrain/Mesensephalon)
Mesencephalon merupakan bagian otak yang  terletak di depan cerebellum dan jembatan varol. Bagian atas (dorsal) otak tengah merupakan lobus optikus yang berfungsi sebagai pusat pengaturanan refleks mata, refleks penyempitan pupil mata dan pendengaran. Di depan otak tengah terdapat talamus dan kelenjar hipofisis yang mengatur kerja kelenjar-kelenjar endokrin.
3)   Otak Belakang (Hindbrain)
Otak belakang dibedakan menjadi dua bagian, yaitu otak kecil dan sumsum lanjutan. Otak kecil (Cerebelum) berfungsi sebagai pusat keseimbangan dan koordinasi otot. Sumsum lanjutan (Medula Oblongata) banyak mengandung ganglion (simpul saraf) yang mengatur gerak reflek fisiologis. Sumsum lanjutan juga merupakan pusat pengatur kecepatan denyut jantung dan tekanan darah. Otak kecil dan sumsum lanjutan dihubungkan oleh (pons varoli). Organ ini memiliki fungsi sebagai pusat pengatur pernafasan.
4)   Otak kecil (Cerebelum)
Cerebellum merupakan bagian otak yang terletak di bagian belakang otak besar, berfungsi sebagai pusat pengaturan koordinasi gerakan yang disadari dan keseimbangan tubuh serta posisi tubuh. Cerebellum memiliki 2 bagian belahan yaitu belahan cerebellum bagian kiri dan belahan cerebellum bagian kanan yang dihubungkan dengan jembatan varoli yang berfungsi untuk menghantarkan impuls dari otot-otot belahan kiri dan kanan.
b.    Sumsum Tulang Belakang (Medula Spinalis)
sumsum tulang.jpg
Sumsum tulang belakang dimulai dari medula oblongata sampai vertebra lumbalis kedua. Fungsinya menghubungkan impuls dari organ ke otak dan dari otak ke organ tubuh serta sebagai pengatur gerak refleks. Bagaian luarnya berwarna putih karena terdiri atas dendrit dan akson, sedangkan bagian dalamnya berwarna kelabu karena terdiri atas badan-badan sel saraf. Sumsum tulang belakang tebagi atas akar ventral (bagian depan) yang mengandung saraf motorik serta akar dorsal (bagian belakang) yang mengandung saraf sensorik. Serebrospinal merupakan cairan sumsum yang terdapat pada kanalis sentral disepanjang sumsum tulang belakang.
c.    Sumsum lanjutan (Medula Oblongata)
Medulla oblongata disebut juga dengan sumsum lanjutan atau penghubung atau batang otak. Terletak langsung setelah otak dan menghubungkan dengan medulla spinalis, di depan cerebellum. Susunan korteksnya terdiri dari neurit dan dendrit dengan warna putih dan bagian medulla terdiri dari bdan sel saraf dengan warna kelabu. Medulla oblongata berfungsi sebagai pusat pengaturan ritme respirasi, denyut jantung, penyempitan dan pelebaran pembuluh darah, tekanan darah, gerak alat pencernaan, menelan, batuk, bersin, sendawa.

medula oblongata.jpg
2.    Sistem Saraf Tepi
Fungsi sistem saraf tepi adalah membawa impuls ke dan dari sistem saraf pusat. Sistem saraf tepi dibedakan menjadi sistem saraf sadar dan sistem saraf tak sadar.
a.    Sistem saraf sadar/somatik
Sistem saraf sadar/somatik merupakan sistem saraf yang  kerjanya berlangsung secara sadar/diperintah oleh otak.  Bedakan menjadi dua yaitu :
a)    Sistem saraf pada otak
Sistem saraf pada otak merupakan sistem saraf yang berpusat pada otak dan dibedakan menjadi 12 pasang saraf, seperti tercantum pada tabel berikut:
sigfat_fungsi_otak_sarapj1.jpg

b)   Sistem saraf sumsum spinalis
Sistem saraf sumsum spinalis merupakan sistem saraf yang berpusat pada medula spinali (sumsum tulang belakang) yang berjumlah 31 pasang saraf yang terbagi sepanjang medula spinalis.
b.    Sistem Saraf Tak Sadar
Sistem saraf otonom mengatur kerja jaringan dan organ tubuh yang tidak disadari atau yang tidak dipengaruhi oleh kehendak kita. Jaringan dan organ tubuh diatur oleh sistem saraf otonom adalah pembuluh darah dan jantung. Sistem saraf otonom terdiri atas sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik.
Gambar-9.15-Pembagian-kerja-sistem-saraf-simpatetik-dan-parasimpatetik.jpg

Tidak ada komentar:

Posting Komentar